"Aksi merupakan trayek, dari Ekspektasi menuju Destinasi."

Saya
@4 months ago
Salah satu film epic war terbaik yang pernah saya simak. Dan juga film kedua terbaik yang pernah di garap Steven Spielberg, setelah Jurassic Park (1993). Yeah, it’s SAVING PRIVATE RYAN!

Salah satu film epic war terbaik yang pernah saya simak. Dan juga film kedua terbaik yang pernah di garap Steven Spielberg, setelah Jurassic Park (1993). Yeah, it’s SAVING PRIVATE RYAN!

@4 months ago
#movie 
fouryearstrongmusic:

Happy birthday Dan!

fouryearstrongmusic:

Happy birthday Dan!

@4 months ago with 179 notes

Bersatu Seperti Rendang

Rendang. Makanan khas tanah Minang yang menjadi kegemaran saya. Makanan yang berhasil membuat saya jatuh cinta pada kuliner Indonesia. Entah mengapa, saya memang lebih tertarik dan cinta dengan masakan khas Nusantara di banding mancanegara. Mungkin itu karena lidah saya yang terlalu ‘lokal’, ya? Entahlah.

Oh iya, harap di ingat, Rendang itu berbeda dengan Kalio. Kalio adalah Rendang yang basah, atau Rendang yang setengah jadi. Biasanya, yang kita temui di Warung Masakan Padang itu adalah Kalio, bukan Rendang. Bahan dasarnya sama saja dengan Rendang, hanya pengolahannya yang sedikit berbeda. Jika Kalio di keringkan dan di masak dengan api yang kecil, maka akan menjadi Rendang. Jadi, kesimpulan saya, Rendang adalah Kalio yang kering, dan Kalio adalah Rendang yang basah. *halah*

Anyway, lupakan sejenak mengenai silogisme absurd saya terhadap Rendang dan Kalio. Sekarang, kembali lagi ke topik utama, Rendang.

Rendang terdiri atas empat bahan utama, yaitu Daging (Dagiang), Kelapa (Karambia), Cabe (Lado), dan Bumbu (Pemasak). Empat bahan tersebut -menurut filosofi masyarakat Minangkabau- merupakan simbolisasi dari kepemimpinan dan kehidupan bermusyawarah masyarakat Minangkabau.

Daging merupakan lambang dari pemimpin-pemimpin suku adat (Niniak Mamak). Kelapa adalah lambang dari para pemimpin masyarakat yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, atau bisa di sebut kaum intelektual (Candiak Pandai). Cabe atau Lado menggambarkan para pemimpin agama (Alim Ulama) yang tegas, persis seperti rasa cabe yang pedas. Dan masyarakat Minangkabau secara keseluruhan di gambarkan oleh bumbu lainnya, atau bahasa Minangnya Pemasak.

Jika seluruh lapisan masyarakat itu bersatu dan bermusyawarah, maka akan tumbuh masyarakat yang solid, kekeluargaan, sportif, dan bertanggung jawab. Begitu pula dengan keempat bahan utama Rendang yang apabila di satukan, maka akan menjadi satu cita rasa yang nikmat dan memanjakan lidah.

Rendang memang salah satu warisan kuliner yang sangat lezat. Dunia pun mengakuinya. Pada tahun 2011, CNN International mengadakan survei World’s 50 Most Delicious Foods, dan Rendang yang merupakan salah satu dari 3 ‘wakil’ Indonesia, berada di peringkat pertama.

Sayangnya, kelezatan dan keharmonisan rasa yang ada pada Rendang tersebut, tidak selaras dengan sikap persatuan dan kultur bermusyawarah yang justru kian pudar dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Ketika Rendang mendapat pengakuan dari publik Internasional, masyarakat Indonesia malah di terpa banyak konflik intern. Sungguh miris saya memandangnya.

Ngomong-ngomong, sudah lama saya tidak makan Rendang. Kerinduan saya terhadap kenikmatan yang ada pada Rendang, mirip dengan kerinduan saya akan persatuan yang ada di bumi pertiwi ini. Sangaaaat mirip.

@4 months ago

Apa Kabar, Dasar Negaraku yang ke - Tiga?

Dulu, semasa SD, salah seorang kawan lama saya pernah berkata kepada saya (Saya tidak ingat kalimat pastinya, tapi intinya seperti ini):

Dan, Indonesia mah nggak akan kalah kalo sewaktu-waktu di jajah lagi. Kita udah punya TNI, POLRI, Gangster-gangster motor, dll yg punya persenjataan banyak. Pokonya, kita udah punya banyak pasukan deh. Tinggal di satuin semuanya!

Sekarang, ketika saya sudah berumur 18 tahun, saya sering geli sendiri kalau mengingat kembali pernyataan kawan saya tersebut. Kegelian saya tersebut di dasari oleh sebuah pertanyaan:

APAKAH INDONESIA SUDAH BERSATU?

Akan percuma jika Indonesia memiliki orang-orang yang ‘jago bertempur’, tapi rakyatnya masih banyak yang mengedepankan kepentingan pribadi di atas kepentingan bangsa.

Akan percuma jika Indonesia di persenjatai dengan baik, tapi tidak ada rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air di dalam diri rakyatnya.

Akan percuma Indonesia jumlah penduduknya mencapai 241 juta jiwa lebih, tapi banyak dari rakyatnya hanya menjadikan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ sebagai semboyan kosong belaka. Tidak lebih.

Sudah lupakah kita dengan dasar negara kita yang ke 3? Atau bahkan lupa dengan kelima dasar negara kita?

Saya tahu postingan ini tidak penting. Tapi pertanyaan saya tetap sama:

APAKAH INDONESIA SUDAH BERSATU?

@4 months ago

Sakit atau Berantem?

A:Bro, denger-denger lu kecelakaan, ya?
B:Iya nih bro, kaki gua bengkak, memar, sama lecet-lecet gitu.. Sakit lah bro pokonya.
A:Trus sekarang gimana kaki lu? Udah baikan?
B:Baikan? Nggak kok bro, mereka cuma sakit, nggak berantem.
A:....
@4 months ago

Kerinduan akan Disiden

Tidak usah kita pertanyakan lagi ketangguhan negara ini. Rakyat masih bisa hidup di tengah carut-marutnya otoritas. Dinding-dinding ketidakadilan kian persisten dan membumi.

Hai, para pemberontak! Kehadiranmu sangat kutunggu!

Note: Inilah saat dimana saya sudah jengah akan keambrukan. Tanggal 16 Januari 2012 Pukul 00.31

@4 months ago
beingindonesian:

Sunset at Klayar Beach, Pacitan, East Java, Indonesia.
(by Handi Laksono)

beingindonesian:

Sunset at Klayar Beach, Pacitan, East Java, Indonesia.

(by Handi Laksono)

(via beingindonesian)

@4 months ago with 78 notes
fuckyeahmahasiswa:

Dilema anak bahasa
dari amh

Ini seperti melihat diri sendiri. LOL! x)

fuckyeahmahasiswa:

Dilema anak bahasa

dari amh

Ini seperti melihat diri sendiri. LOL! x)

@4 months ago with 101 notes
[Flash 9 is required to listen to audio.]

Single terbaru dari album ke empat band Pop Punk-Hardcore asal Amerika Serikat yang selalu saya jadikan ‘kiblat’ saya sejak saya kelas 1 SMA, Four Year Strong (FYS). Lagu ini berjudul ‘Stuck In the Middle’.

Menurut saya pribadi sih, lagu ini keren. Sangat keren. Yah, walaupun sejujurnya saya merindukan FYS pada album ‘Rise or Die Trying’. Tapi itu tidak mengubah pandangan positif saya terhadap lagu ini.

Karakter Rock-nya yang dominan dengan di beri sedikit aroma Hardcore di beberapa part-nya, dan juga riff-riff gitar yang progresif, memang menjadi bumbu utama yang ingin mereka tonjolkan di lagu ini. Part yang menjadi klimaks di lagu ini, menurut saya ada di menit 2:38.

Anyway, album teranyar FYS itu berjudul ‘In Some Way, Shape or Form’. Menurut sumber informasi yang di percaya sih, album ini rilis pada awal Oktober tahun ini. Berita tersebut membuat saya semakin sangat tidak sabar untuk menantinya. Sungguh. :D

@8 months ago